Hiyyah.. akhirnya bisa nulis sesuatu lg di blog. Udah cukup lama juga absen nulis. Suatu project di kantor membuat gw harus bener2 konsentrasi ke pekerjaan, dan itulah masalahnya. Konsen yg gw maksudkan disini bukan hanya dalam soal harus stay lama di depan komputer untuk ngetik sesuatu yg harus direport kan, melakukan konfirmasi-konfirmasi dengan departemen lain ataupun pihak lain, atau terlibat dalam meeting2 panjang dan melelahkan. Konsentrasi ke Pekerjaan ini adalah yg benar2 mengintervensi waktu dan pikiran, bahkan di waktu bebas gw di luar office hour huahahaha.., jadi lebay mode on deh. Itulah persoalannya kalo volume pekerjaan sudah terlalu banyak
dan… hari ini selesailah sudah. Huh, Finally!!
Beberapa hari yg lalu, dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah, di daerah sekitar kebon sirih, gw melihat ada suatu pemandangan yg cukup menarik. Disanalah ia duduk, seorang remaja cowok yg mungkin usianya baru 18 sampai 20 taonan. Ketertarikan bukan karena tu remaja mirip sama anak tetangga atau karena mukenya mirip sama orang yang punya utang sama gw. Sesuatu yg menarik itu adalah rambutnya, antingnya dan pakaiannya. Ga tau gw gaya rambutnya itu gaya apa, demikian juga pakaiannya yg kaos dilapis dengan semacam jas? Udah itu antingnya itu loh, terpasang di telinga kiri dan kanan, bukan anting seperti yg biasa dipakai oleh cowok atau yg bergaya piercing, tapi anting yg ada bandulnya. Terpikirkanlah pada waktu itu, ni orang dandanannya mirip sama vokalis band apa.. gitu yg sering nongol di tipi2, kalo ga salah nama bandnya ST12. Wah kok jadi kaya komentator mode, brotha and sista
Menurut gw, kalo yg namanya band lokal, sudah banyak nih yg niru gaya atau dandanan salah satu personilnya, atau setidaknya udah banyak yg ngamen nyanyiin lagu ntu band di metromini, warung-warung tenda atau di tempat keramaian-keramaian lain maka berarti tu band udah ngetop. Atau setidaknya mereka sudah berjalan ke arah yg benar. Jadi, meskipun baru satu copynya personil ST12 yg gw lihat, tapi setidaknya gw udah cukup sering dengerin pengamen nyayiin lagu2nya ST12 yang parahnya, kadang-kadang gw lihat intonasi vokalnya di bikin mirip2 gaya vokalisnya ST12 yg agak ke-melayu2an gitu, halah.. ada2 saja.
Tapi sepertinya band ini memang memiliki sesuatu yang berbeda. Genre musik mereka mengingatkan dengan band Iklim atau vokalis Amy Search yg jaman gw masi SD tempo doeloe, cukup sering gw denger lagunya. Musik yang berbeda itukah yang membuat kita mengingat mereka (baca: band itu)? Padahal kesan pertama yang terpikirkan ketika mendengarkan band ST12 ini mungkin saja adalah; whoah.. norak banget ni band, ampun deh hari gene, nyayiin lagu model gitu.
Pernah satu waktu ketika asik ngobrol dengan seorang kawan, di tipi kok kebeneran ada live musik yg nampilin kelompok musik kangen band. Komentar yg muncul dari kawan gw adalah, “wuah, ni band kok norak banget ya, udah gaya rambut personilnya aneh kaya’ gitu lagi.. ” Beugh… bisa ya, bisa tidak, biar gimana itu adalah soal selera setiap orang yg sudah pasti sangat relative. Tapi dari sudut pandang yg lain , justru karena itu kan kita bisa mengingat dan familiar dengan band tersebut. Dan lagi-lagi, udah banyak juga yg ngamen nyanyiin lagu mereka. Rambut kribo tebel personil band Nidji misalnya, berapa lama sih waktu yg dibutuhkan oleh itu Band untuk mengubah persepsi bahwa rambut kribo tebel itu ternyata keren, unik, awesome, dsb. Buktinya cukup sering sekarang gw lihat orang-orang dengan gaya rambut ala personil Nidji. Lalu gmn dengan The changcuters? Mereka juga cukup berbeda kan..? Gaya rambutnya, pakaiannya, gaya panggungnya dan musiknya. Membuat kita ingat : hei, gaya seperti itu adalah The changcuters!
Dan nyatanya hal ini tidak hanya berlaku di kalangan para entertainer. Sering terlihat di komunitas-komunitas tertentu ada satu atau beberapa orang yang memiliki gaya yang berbeda, entah pakaiannya, cara berinteraksinya atau komunikasinya misalkan. Biasanya mereka ini yg lebih mudah diingat oleh orang. Beberapa tahun yg lalu, dalam sebuah kelas pendidikan khusus yg berlangsung selama 3 bulan dimana gw menjadi peserta, salah satu teman kelas gw pernah ada yang bikin gaya rambutnya mengikuti gaya rambut anggota The A Team (yg badannya paling gede, rambut jigrak kaya anak punk, nama karakternya gw lupa). Pastinya tidak tepat dandanan seperti itu di kelas, namun karena kelasnya agak-agak non formal, dan tidak ada tata tertib yg mengatur mengenai gaya rambut yg diperbolehkan dan yg dilarang
(kalo mengenai pakaian dan dasi seingat gw pada waktu itu memang ada diatur panitia) maka enjoy ajalah temen gw itu dengan gaya rambutnya yg unik tersebut. Sebenarnya sih dia tidak cukup aktif dalam forum2 di kelas, dengan gaya interaksi ataupun komunikasi yang tidak terlalu istimewa pula. Tetapi gaya rambutnya tersebut terbukti cukup sukses untuk membuat kawan-kawan kelas lain mengingat keberadaannya bahkan setelah kelas tersebut sudah cukup lama berakhir. (Bahkan ada nih beberapa kawan justru lebih ingat karena model rambutnya daripada namanya, nah lo)
So, jangan sampe deh mati gaya. Mendiang Michael Jackson akan diingat bukan hanya karena hentakan vokalnya yang istimewa, tetapi juga tarian yg menjadi ciri khasnya.
Moonwalk? Hmm itu Michael Jackson kan?
Note: Asli, gw bukan fans berat dari satupun band atau vokalis yg gw sebutkan dalam tulisan ini